Media Online Antara – Terjadi 14 peristiwa saling terkait yang dilakukan oleh sekelompok massa pada tanggal 25 Agustus di Bali. Peristiwa tersebut yaitu penurunan bendera Merah Putih, konvoi sweeping dan 12 titik pembakaran ban di tempat-tempat wisata dan keramaian.
Rangkaian peristiwa tersebut terjadi pada hari dan tanggal yang sama. Tersebar luas di berbagai tempat serta dilakukan oleh sekelompok massa yang terorganisir dengan slogan penyemangat yang sama yaitu puputan.
Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengatakan, jika dilihat dari rangkaian peristiwa, sebaran yang meluas, kelompok massa yang terorganisir dan berpola maka tanggal 25 Agustus itu bisa dikategorikan sebagai desain kerusuhan yang gagal.
![]() |
| Ruhut Sitompul |
“Ini kan bisa dibilang desain untuk menggertak-gertak dan mengancam negara untuk rusuh. Mereka pikir negara takut. Negara tidak takut, sudah seharusnya negara bertindak tegas terhadap orang-orang yang berniat memecah belah NKRI dan mengganggu keamanan dengan membuat kerusuhan,” kata Ruhut, Jakarta, Jumat (9/9).
Politikus Partai Demokrat ini juga memberikan apresiasi pada Polda Bali yang sanggup menggagalkan kerusuhan di Bali.
“Saya angkat topi pada upaya pencegahan yang berhasil dilakukan Kepolisian Bali mencegah terjadinya kerusuhan,” jelas Ruhut.
Ia meminta agar para pelaku bisa mendapatkan hukuman yang setimpal. Polisi harus menangkap semua pelaku.
“Harus dicari semua pelakunya dan otak di balik rangkaian peristiwa tersebut. Kalau perlu dituntut dengan hukuman seberat beratnya, biar mereka tidak main main lagi dengan negara ini. Ingat ya negara tidak boleh kalah dan Jokowi tidak mempan di takut takuti!” jelasnya.
Terkait dengan kebijakan reklamasi yang ditolak oleh kelompok ForBali, Ruhut menegaskan bahwa ketika pemerintah sudah mengambil keputusan dengan berbagai pertimbangan semestinya masyarakat juga bisa menerima.
“Ini NKRI, kalau orang menolak terus berbuat anarkis masak dibiarin, kan ada jalurnya, tidak bisa dengan alasan itu mereka seenaknya berbuat saya pasti akan sampaikan ini ke Kapolri, BIN dan pasti ke Presiden kita,” tutup Ruhut.
loading…
Source link

Tidak ada komentar:
Posting Komentar